
Pengalaman, khususnya pengalaman yang masih segar, baru, bahkan yang mengguncangkan (shocking), juga pengalaman analisis yang sulit, pengalaman membuang sesuatu yang sudah lazim dan mengalami sesuatu itu da hulu melekat, dalam banyak hal merupakan lawan dari kebiasaan, walaupun dalam bentuk lain, pengalaman yang sudah diproses, diulang, dan diarahkan kembali (sublimated) merupakan bagian dari kebiasaan itu sendiri, materi yang membentuk kebiasaan. Pengalaman-pengalaman baru yang mengejutkan penerjemah di luar kebiasaan rutin merupakan dorongan menuju pembelajaran. Tanpa guncangan-guncangan seperti itu pada sistem, penerjemah tersumpah sekalipun akan mengalami stagnasi, kejemuan, dan tidak mampu berpikir jernih. Pengalaman baru membuat penerjemah merasa hidup. Pengalaman baru menggores kehalusan permukaan eksistensi penerjemah sehingga benar-benar merasakan segala sesuatu, alih-alih melalui atau menembusnya begitu saja seperti hantu.
Penerjemah membutuhkan kebiasaan untuk mempercepat proses penerjemahan dan membuat proses itu lebih menyenangkan. Namun, penerjemah juga membutuhkan pengalaman-pengalaman baru untuk memperkaya dan melengkapi proses penerjemahan, menurunkan kecepatan proses, dan sekali lagi, menjadikannya lebih menyenangkan karena dalam menerjemahkan tanpa-petunjuk (translating on autopilot), istilah Ahli bahasa, untuk pengalaman “mengalir” tersebut, terdapat kenikmatan; dan ada kenikmatan yang didapat tatkala penerjemahan terhenti karena suatu masalah yang amat sulit. Ada kesenangan dalam kecepatan dan ada kesenangan dalam kelambatan; ada kesenangan pada hal-hal yang mudah dan familiar, demikian pula pada hal-hal yang baru, sulit, dan menantang. Di antara pengalaman yang cukup menantang adalah ketiak seorang penerjemah mendirikan perusahaan sendiri dan membuka layanan jasa penerjemah tersumpah.
Di atas segala-galanya, ada kesenangan dalam keberagaman, dalam pergerakan bolak balik antara yang lama dan yang baru, yang biasa dan yang janggal, yang disadari dan yang tidak disadari, yang intuitif dan yang analitis, yang berada di bawah sadar dengan yang mengejutkan.
Pergerakan bolak-balik antara kebiasaan dan pengalaman baru ini merupakan salah satu kunci terpenting untuk mengalami penerjemahan yang efektif, menyenangkan, dan berhasil dengan baik-atau segala aktivitas yang memerlukan baik keahlian maupun kemampuan untuk berkembang, belajar, dan menghadapi kejadian-kejadian
yang tak terduga. Tanpa ada kebiasaan, hidup berlangsung dengan lambat; segala sesuatu berjalan tanpa peru bahan; segala peristiwa yang biasa-biasa saja dalam kehidupan kelihatannya menjemukan. Tanpa pengalaman ba ru, hidup tenggelam dalam ritual kesamaan yang terus berulang, tugas sehari-hari yang membosankan, perjuangan lama untuk tetap bertahan hidup. Hidup tanpa kebiasaan itu membosankan, sebab kebiasaanlah yang “menangani” semua rutinitas kecil menjemukan dalam kehidupan sehari-hari, sementara pikiran sadar mengerjakan se suatu yang lebih menarik. Hidup tanpa pengalaman baru juga membosankan, sebab pengalaman membawa hal-hal baru (novelty) dan memaksa penerjemah untuk belajar.
Salah satu cara berguna yang memetakan hubungan antara pengalaman dan kebiasaan pada proses penerjemahan, ahli filsafat Amerika dan penemu ilmu semiotik. Peirce menyatakan hubungan antara pengalaman dan kebiasaan dalam suatu kerangka tiga serangkai, atau proses tiga-tahap, yang bermula dari naluri melewati pengalaman menjadi kebiasaan. Peirce memahami segala sesuatunya dalam kerangka proses tiga-tahap atau tiga-se rangkai ini: naluri (instinct) atau kesiapan umum yang ti dak terarah, yang dalam proses ini menduduki tempat pertama; kedua, pengalaman (experience), didasarkan pa da kejadian dan aktivitas kehidupan yang mempengaruhi
individu dari luar; dan ketiga, kebiasaan (habit), yang lebih penting dari perbedaan antara kesiapan umum dan pengalaman dari luar karena menggabungkan keduanya men jadi “ketepatan tindakan (promptitude of action)” “kecenderungan yang dimiliki seseorang ter hadap suatu tindakan”, “kesiapan untuk bertindak” (5.480)-khususnya untuk bertindak dengan cara tertentu dalam kondisi tertentu yang terbentuk oleh pengalaman.