Mengenal Perbedaan Saham dan Obligasi Berikut Ini Sebelum Investasi

Investasi saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi siapa saja yang ingin memiliki pondasi keuangan yang kuat di masa mendatang. Dengan adanya investasi Anda memiliki tabungan yang nilainya bisa naik di masa depan. Tak seperti tabungan konvensional yang justru semakin berkurang dengan adanya biaya dari bank pengelola, investasi memberi peluang Anda untuk mendapatkan laba meski juga ada peluang untuk menderita kerugian. Karena itu dalam berinvestasi harus dilakukan dengan bijaksana dengan melihat berbagai aspek yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah produk investasi mana yang akan dibeli. Dari semua produk investasi, obligasi dan saham adalah pilihan yang paling diminati. Untuk itu Anda perlu mengetahui apa perbedaan saham dan obligasi sebelum melakukan pembelian.

Dari definisinya, sebenarnya sudah bisa diketahui apa perbedaan dari saham dan obligasi. Berikut ini adalah definisi keduanya:

1. Saham

Merupakan surat kepemilikan dari sebuah perusahaan. Perusahaan terbuka bisa menjual saham atau kepemilikannya untuk umum melalui bursa saham. Jika Anda membeli saham maka Anda merupakan pemilik dari sebuah perusahaan tersebut sesuai dengan jumlah saham yang Anda beli.

2. Obligasi

Obligasi merupakan surat hutang. Obligasi bisa dikeluarkan oleh perusahaan maupun lembaga pemerintahan. Dengan membeli surat obligasi berarti Anda memberikan pinjaman pada perusahaan maupun pemerintahan tersebut sesuai dengan jumlah yang dibeli.

Jelas sekali perbedaan saham dan obligasi dari pengertiannya saja. Sedangkan untuk implementasinya di dunia investasi, kepemilikan saham dan obligasi akan memberikan pengaruh yang berbeda pada Anda. Agar bisa memilih dengan lebih bijaksana, berikut ini adalah dampak kepemilikan saham dan obligasi bagi investor:

  1. Jika Anda memiliki saham maka Anda memiliki suara di dalam perusahaan tersebut sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Semakin besar saham maka semakin besar suara Anda untuk menentukan kebijakan perusahaan. Sedangkan pemilik obligasi tidak memiliki kepemilikan atas perusahaan sehingga tidak juga memiliki suara. Pemilik obligasi hanya sebagai pemberi pinjaman.
  2. Sebagai pemilik saham, Anda juga akan mendapatkan pembagian laba bersih dari perusahaan jika mengalami surplus. Sebaliknya jika perusahaan mengalami kerugian maka saham Anda juga akan mengalami dampaknya yaitu nilainya turun bahkan tak berharga. Sedangkan pemilik obligasi tidak dipengaruhi oleh laba rugi perusahaan.
  3. Keuntungan pemilik saham berasal dari laba perusahaan. Keuntungannya sangat bergantung pada laba bersih perusahaan. Sedangkan pemilik obligasi dihitung dari pokok pinjaman dan bunga. Keuntungannya tidak bergantung pada laba perusahaan karena hutang tetap harus dibayar meski perusahaan mengalami kerugian.
  4. Memiliki saham membuat Anda memiliki investasi dengan resiko tinggi namun dengan kesempatan mendapatkan laba yang lebih besar. Sedangkan pemilik obligasi berarti memiliki investasi beresiko menengah dengan kesempatan laba sedang.
  5. Kepemilikan saham tidak terbatas, artinya selama Anda tidak menjual saham maka Anda tetap menjadi pemilik perusahaan tersebut sesuai dengan jumlah saham. Sedangkan obligasi memiliki jangka waktu tertentu dimana perusahaan harus membayar obligasi yang Anda miliki.

Dari perbedaan saham dan obligasi di atas, Anda bisa memilih investasi mana yang sebaiknya dimiliki. Namun jika ingin lebih aman, percayakan saja pada manager investasi BCA yang dapat mengelola dana investasi Anda melalui reksadana. Dengan membeli reksadana di BCA, Anda akan memiliki investasi tanpa perlu pusing mengelola agar investasi mendapatkan keuntungan. BCA sudah memiliki team ahli yang akan mengelola reksadana Anda agar bisa memberikan keuntungan yang maksimal melalui berbagai pemilihan produk investasi yang tepat.